Jawa Barat, Tapak News — Revitalisasi ruang kelas SDN 2 Cangkingan terindikasi mendahului prosedur. Kepala Sekolah Tutun Zaetun menyatakan dana belum cair, sementara pekerjaan fisik telah berjalan. Namun, ia belum menjelaskan status SK penerima bantuan, PKS (Perjanjian Kerjasama), dan jadwal penyaluran dana.

Warga sekitar, Roni, mendesak Dinas Pendidikan segera memeriksa dokumen untuk memastikan tidak ada praktik ijon serta kesesuaian pelaksanaan dengan pedoman revitalisasi SD 2026.

Kecurigaan tersebut muncul dari banyak warga yang tidak melihat atau menemukan papan informasi kegiatan di lokasi revitalisasi SDN 2 Cangkingan. Saat dimintai penjelasan lebih lanjut, Kepala Sekolah Tutun Zaetun mengarahkan konfirmasi ke TMD,  yang disebutnya sebagai anggota TNI bagian dari tim pengamanan dan Timses Bupati Indramayu, Lucky Hakim. 

“Silakan Bpk hubungi bagian tim pengamanan. Beliau adalah Tim sukses dr Bpk Luky (Bpk Bupati) yg jls bkn dr tim korcam,” tulis Tutun melalui pesan WA dan mengirim nomor kontak Sdr TMD, Rabu (21/10/2026).

Arahan tersebut masih belum memberikan titik terang pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan secara administratif dan teknis, masa pelaksanaan proyek, dan siapa yang berwenang menjelaskan status dokumen serta penggunaan anggaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Caridin, menyatakan akan menindaklanjuti persoalan revitalisasi SDN 2 Cangkingan.

“Terima kasih informasinya, akan saya tindaklanjuti,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, Kamis, (22/10/2026).