Tapak.news,Indramayu- Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin terus mendorong berbagai program pembangunan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman dan Gotong Royong),Kamis (27/8/2026).
Memasuki periode Januari hingga Juli 2026, sejumlah capaian ditunjukkan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pertanian, infrastruktur, pendidikan, sosial, perikanan, pemerintahan desa hingga penataan kawasan industri.
Di sektor kesehatan, Pemkab Indramayu berkomitmen meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pengembangan rumah sakit milik pemerintah daerah serta penguatan pelayanan di tingkat Puskesmas. Cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per Agustus 2026 tercatat mencapai 99,81 persen dengan tingkat keaktifan peserta 78,57 persen dari target 80 persen.
Pemerintah daerah juga telah mendaftarkan sebanyak 541.445 jiwa sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU-BP) melalui dukungan APBD dengan anggaran sekitar Rp233,8 miliar.
Sementara di sektor pertanian, Indramayu tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah sentra produksi pangan. Luas Lahan Baku Sawah tercatat mencapai 124.517 hektare, sedangkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mencapai 92.888 hektare.
Pemerintah daerah menargetkan produksi padi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 1,7 juta ton. Untuk mendukung target tersebut, sejumlah intervensi dilakukan, antara lain bantuan mesin pompa air, normalisasi saluran, pembangunan irigasi perpompaan, Jaringan Irigasi Air Tanah serta pengaturan gilir-giring air.
Selain padi, komoditas hortikultura juga menjadi perhatian. Produksi mangga Indramayu disebut mencapai sekitar 114.000 ton per tahun.
Infrastruktur Jadi Salah Satu Prioritas# Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah mencatat sejumlah pekerjaan pembangunan dan perbaikan. Jalan lingkungan yang telah ditangani mencapai 20.298 meter, jalan desa 31.200 meter, dan jalan kabupaten 23.160 meter.
Selain jalan, normalisasi sungai dan saluran pembuang dilakukan sepanjang 60.170 meter. Peningkatan jaringan irigasi permukaan mencapai 6.110 meter. Sementara pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) ditargetkan mencapai 3.199 titik hingga Desember 2026.
Program tersebut menjadi penting karena kondisi infrastruktur, terutama jalan, drainase dan irigasi, berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, mobilitas warga serta produktivitas sektor pertanian.
Di bidang pendidikan, sebanyak 322 sekolah jenjang TK, SD dan SMP mendapatkan program revitalisasi, rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru. Pemerintah juga memberikan bantuan meubelair, masing-masing sebanyak 2.254 set untuk SD dan 1.856 set untuk SMP.
Sektor perumahan masyarakat turut menjadi perhatian melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sebanyak 310 unit rumah mendapat penanganan, terdiri dari 22 unit melalui APBD dan 288 unit melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari APBN.
Dorong Investasi dan Ekonomi Kerakyatan
Dalam bidang industri, Pemkab Indramayu menyiapkan pengembangan enam Kawasan Peruntukan Industri (KPI), yakni Sukra, Patrol-Kandanghaur, Losarang, Balongan-Juntinyuat, Krangkeng dan Tukdana.
Total luasan kawasan tersebut mencapai sekitar 14.110 hektare dan berada di luar kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Pengembangan kawasan industri tersebut diarahkan untuk mendukung kawasan Rebana dan Metropolitan serta membuka peluang investasi dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Sementara bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan kecil, pemerintah memberikan perlindungan melalui premi asuransi ketenagakerjaan/perlindungan nelayan. Program tersebut menyasar 1.000 nelayan dengan nilai sekitar Rp201 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu.
Di bidang sosial, keberadaan Sekolah Rakyat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, menjadi salah satu program yang mendapat perhatian. Pada Tahun Ajaran 2026, sekolah tersebut memiliki 370 peserta didik. Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan kurang lebih 10 hektare dengan kapasitas hingga 1.000 siswa.
Koperasi Desa hingga Prestasi Pemerintahan
Penguatan ekonomi masyarakat desa juga dilakukan melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga saat ini, sebanyak 200 unit telah terbangun dari target 317 unit di Kabupaten Indramayu.
Di sektor pemerintahan, Pemkab Indramayu juga mencatat prestasi dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2025, dengan meraih peringkat kelima tingkat nasional dan peringkat ketiga di Provinsi Jawa Barat.
Selain capaian pembangunan, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya terhadap penegakan aturan daerah, salah satunya Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol (Mihol) di Kabupaten Indramayu.
Capaian Harus Dirasakan Masyarakat
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi perjalanan pemerintahan Lucky Hakim–Syaefudin dalam mewujudkan visi Indramayu REANG. Namun, capaian angka dan program pemerintah tetap perlu diukur dari seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Seorang warga Indramayu, Kardiman, menilai pembangunan harus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang paling penting bukan hanya banyaknya program, tetapi hasilnya harus benar-benar dirasakan masyarakat. Jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan dan pertanian harus terus diperbaiki,” ujarnya.
Pendapat senada disampaikan Darmun. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus transparan sehingga setiap program pemerintah dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Kami berharap program yang sudah berjalan terus dilanjutkan dan diawasi. Jangan sampai hanya bagus dalam laporan, tetapi manfaatnya tidak sampai secara maksimal kepada masyarakat,” katanya.
Dengan berbagai program dan capaian tersebut, tantangan Pemerintah Kabupaten Indramayu ke depan bukan hanya mempertahankan prestasi, tetapi memastikan pembangunan berjalan merata, tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Indramayu REANG pada akhirnya tidak cukup hanya menjadi slogan. Keberhasilannya akan ditentukan oleh sejauh mana masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
