Tapak.news, Indramayu- Perum Bulog Cabang Indramayu terus mengoptimalkan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) langsung dari petani. Kegiatan penyerapan kali ini dilakukan di Desa Srengseng, Blok Bencirong, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (15/7/2026), dengan melibatkan unsur TNI, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta para petani.
Komandan Kodim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, mengatakan pihaknya bersama Bulog dan DKPP turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses penyerapan gabah berjalan lancar.
"Kodim 0616/Indramayu melaksanakan pendampingan dalam kegiatan penyerapan gabah agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal sesuai kebijakan pemerintah," ujarnya.
Menurut Tulus, Kecamatan Krangkeng merupakan wilayah terakhir yang dilakukan pendampingan penyerapan pada musim panen kali ini. Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi penyerapan gabah di Kabupaten Indramayu telah mencapai sekitar 90 persen dari target pemerintah, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Harga pembelian gabah tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP)," katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Indramayu, Apif Wijaya, menjelaskan kapasitas penyerapan gabah mencapai sekitar 2.000 ton GKP per hari. Meski musim panen di Indramayu hampir berakhir, Bulog tetap berkomitmen melakukan penyerapan hingga akhir tahun.
"Hingga Selasa, 14 Juli 2026, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 158.706 ton setara beras dari target 174.720 ton setara beras tahun 2026. Capaian ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Bulog Cabang Indramayu," ungkap Apif.
Ia menambahkan, Bulog bersama Kodim, DKPP, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus mengoptimalkan penyerapan di sejumlah wilayah yang masih memasuki masa panen, seperti Kecamatan Kroya dan Sukagumiwang.
"Kami tetap mengutamakan penyerapan Gabah Kering Panen yang memiliki kualitas baik. Untuk gabah yang kualitasnya belum memenuhi standar, akan dioptimalkan melalui mitra pengeringan agar kualitasnya meningkat. Pembayaran kepada petani dilakukan langsung di lokasi dengan harga Rp6.500 per kilogram," jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, menyampaikan bahwa Kabupaten Indramayu memiliki Luas Baku Sawah (LBS) sekitar 125 ribu hektare. Dengan target Indeks Pertanaman (IP) sebesar 1,8 kali tanam per tahun, luas panen diperkirakan mencapai sekitar 230 ribu hektare.
"Produktivitas rata-rata padi di Indramayu mencapai 6,6 ton per hektare. Dengan kondisi tersebut, produksi padi tahun ini diperkirakan masih berada di atas 1,6 juta ton. Namun, tantangan utama saat ini adalah kondisi cuaca yang cukup panas sehingga memerlukan perhatian bersama," ujarnya.
Menurut Sugeng, pada musim tanam kedua, kendala kekeringan mulai dirasakan petani. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan berbagai pihak terus melakukan pompanisasi guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
"Saat ini panen musim pertama telah selesai di wilayah Krangkeng. Sementara itu, panen berikutnya mulai berlangsung di wilayah Kecamatan Gantar. Kami berharap produksi padi tahun ini tetap meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," pungkasnya.
