Jawa Barat, Tapak News - Polres Indramayu mengelar apel bersama Pemda dan TNI guna memastikan tingkat kesiapan rencana Operasi Keselamatan Lalu Lintas yang akan dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia mulai 7 Februari sampai 20 Februari 2023.

Hadir pada kesempatan itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm. Andang Radianto, S.A.P., Kasat Pol PP Kab. Indramayu Teguh Budiarso, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Kab. Indramayu Yudi Rustomo, M.Si., dan kepala perwakilan Jasa Raharja Manggala Aji Mukti, S.E.

Apel bertajuk gelar pasukan Ops Keselamatan Lodaya 2023 diikuti 1 SST Kodim 0616/Indramayu, 1 SST Subdenpom III/3 Indramayu, 1 SST Sat Polairud Polres Indramayu, 1 SST Dalmas Polres Indramayu, 1 SST Gabungan Staf Polres Indramayu, 1 SST Sat Lantas Polres Indramayu, 1 SST Sat Intelkam Polres Indramayu, 1 SST Sat Reskrim Polres Indramayu, 1 SST Sat Narkoba Polres Indramayu dan 1 SST Gabungan Sat Pol PP Kab. Indramayu, Dishub Kab. Indramayu, Jasa Raharja Kab. Indramayu, dan BPBD Kab. Indramayu.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Indramayu, AKBP Dr. M. Fahri Siregar membacakan amanat dari Kapolda Jabar, bahwa perlu kita ketahui apel gelar pasukan ini dimaksud untuk mengecek kesiapan para personel dan Sarpas sebelum pelaksanaan operasi keselamatan Lodaya 2023.

Dipertegasnya, sesuai amanat undang-undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, Polri khusunya Polantas bersama pemerintah yang didukung instansi terkait dan pemangku jalan lainnya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas serta menurunkan titik lokasi kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas guna terciptanya Kamseltibcar Lantas yang aman dan kondusif.

Lanjut disampaikan Kapolres Indramayu, AKBP Dr. M. Fahri Siregar, adapun personel yang terlibat dalam operasi sebanyak 2.509 personel dengan perincian Satgas Polda Jabar sebanyak 520 personel dan Satgas jajaran sebanyak 1.989 personel.

“Saya yakin dan percaya dengan kuat personel yang terlibat tersebut dan pelaksanaan Lat Pra Ops yang telah dilaksanakan maka diharapkan pelaksanaan operasi keselamatan lodaya 2023 hasilnya dapat terlaksana dengan optimal dan baik,” ucap AKBP Dr. M. Fahri Siregar.

Ia pun menjelaskan tujuan operasi keselamatan lodaya 2023, adalah: 1. Meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas 2. Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas 3. Menurunnya angka fatalitas korban kecelakaan 4. Menurunnya angka pelanggaran lalu lintas.

Dtambahkan Kapolres Fahri, pihaknya akan menerapkan sistem E-Tilang/ ETLE Mobile bagi para pelanggar lalu lintas. Petugas bersama perangkat tersebut akan memantau kondisi dan pergerakan pengendara terutama di titik-titik "black spot" seperti di sekitar jembatan timbang Losarang, wilayah Kiajaran Wetan Lohbener, Pasar Kandanghaur, Pasar Jatibarang, dan seputar pusat kota Indramayu.